Kayuagung
– Pemerintah Daerah (Pemda) OKI menggelar rapat kerja sama media dan persiapan
peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Kamis (29/1/2026). Rapat ini menjadi
ajang curhat para insan pers, yang menyoroti minimnya anggaran media di tengah
ketimpangan pembangunan proyek yang minim manfaat bagi kepentingan publik.
Desakan agar pihak eksekutif dan legislatif lebih sensitif terhadap kondisi ini
pun mengemuka.
Kepala
Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, memaparkan Peraturan Bupati (Perbup) OKI Nomor 40
Tahun 2025 tentang Pedoman Kerja Sama Publikasi Informasi melalui Media Massa
di Lingkungan Pemkab OKI. Perbup ini diharapkan menjadi acuan yang jelas dalam
kemitraan antara Pemda dan media, menjamin transparansi dan
akuntabilitas.
Adi Yanto
juga menyampaikan dukungan penuh Bupati OKI terhadap pelaksanaan HPN ke-80. Ia
berharap HPN menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas jurnalistik di OKI
Teriakan
Anggaran Minim: Proyek Mubazir Lebih Baik Dialihkan ke Media!
Sesi
diskusi menjadi puncak keluh kesah insan pers. Ketua Ikatan Wartawan Online
Indonesia (IWOI) OKI, Aliaman, dengan lantang menyoroti minimnya anggaran
media, yang jauh tertinggal dibandingkan anggaran untuk proyek-proyek yang
dinilai kurang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap pihak eksekutif dan
legislatif dapat lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran. Proyek-proyek yang
kurang bermanfaat, yang hanya menghambur-hamburkan uang rakyat, lebih baik dialihkan
untuk mendukung kegiatan media di OKI,” tegas Aliaman.
Ketua
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) OKI, Idham Syarief, menekankan pentingnya
pengawalan implementasi Perbup OKI agar berjalan efektif. Ia berharap Perbup
ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk
mewujudkan kemitraan yang berkelanjutan antara Pemda dan media. Ketua Persatuan
Pewarta Warga Indonesia (PPWI) OKI, M. Abbas Umar, senada dengan Aliaman,
mendukung penuh pelaksanaan HPN dan meminta pihak eksekutif serta legislatif
untuk mempertimbangkan keluhan media terkait anggaran.Ketua FORWAKI M.Dihin
M.Nur yang diwakili oleh Sekretarisnya Andi Suardi juga mengatakan sangat
disayangkan dengan minimnya dana publikasi Pemkab OKI untuk tahun 2026,dan
diharapkan kedepannya agar bisa ditingkatkan demi kesejahteraan para insan pers
khususya yang bertugas di Kabupaten OKI,ungakapnya.
Rapat yang
dihadiri sekitar 120 awak media ini menjadi ajang penyampaian aspirasi yang
konstruktif. Para insan pers berharap, pihak eksekutif dan legislatif dapat
lebih sensitif terhadap kondisi media di OKI. Jangan biarkan media mati suri
karena kekurangan anggaran, sementara proyek-proyek yang kurang bermanfaat
terus dipaksakan. Kemitraan yang sehat dan berkelanjutan antara Pemda dan media
hanya dapat terwujud jika ada perhatian yang serius terhadap kesejahteraan
media dan pengelolaan anggaran yang bijak. (AndiForwaki)
